6 Pilihan Album 2016 Yang Bikin eemu Lebih Berkualitas

toilet_of_indonesia_200507-copy

Gambar 10.0 Om Toilet Om

2016 menjadi tahun yang biasa saja bagi saya pribadi, ee masih pagi hari, kerja masih gitu-gitu doang, dan dipergaulan pun ya gitu dech. Tapi dari berjalannya rutinitas membosankan itu pasti ada intrik yang nyentrik untuk ditemukan. Membeli CD atau mendengarkan album terbaru dari band atau musisi menjadi kebiasaan rutinitas saya ditahun ini. Biasanya banyak nimbang-nimbang lah beli cd itu tapi ya sekarang mah udah bosen segala hal jadi jebred-jebred aja beli. Dari beberapa yang dibeli pasti lah ada yang biasa saja, tapi males juga bahas rilisan yang biasa saja ye ga? Jadi saya pilih-pilih saja rilisan tahun ini dengan bijak sebijak Kim Jong Un memoles pantatnya yang bulunya dibelah tengah. Silahkan menikmati pilihan akyu ya mbok, mpok.

 

6. Bin Idris – Self Titled

binidris-1480059927
Tak disangka tak diyana sang Haikal Azizi yang selalu memancarkan sinar gantengnya di bandnya Sigmun ini mencoba untuk tidak mensia-siakan solo project nya yang beken di soundcloud untuk dijadikan album. Yes, kali pertama saya kenal akan musik Bin Idris ini berisi bebunyian eksperimen mencret dari Haikal Azizi sendiri, beberapa shownya diawal pun semacam pertunjukan gombrang gambreng dia dalam memainkan gitar akusikonya (bisa diliat di youtube Studiorama). Namun tahun ini Haikal memilih untuk membuat solo project nya ini menjadi lebih berlirik, dan lebih dapat didengar oleh sesiapapun. Album dari Bin Idris ini menarik karena kamu akan melihat sisi lain dari Haikal Azizi, lebih mendalam ke karya personalnya seakan mengajak para pendengar bahwa “gini loh hasilnya kalo w bikin musik diwaktu senggang.” Sound minimalis yang bikin ngantuk jika dibawa ee, serta lirik yang didominasi curhat kegelisahannya membuat album ini layak dibeli oleh om atau tante yang ingin mengenal lebih dekat dari sang bango bernama Haikal Azizi ini. (Review album : https://cucukrowo.wordpress.com/2016/11/29/ripiw-album-bin-idris-dibawa-mengambang-seperti-ee/)

5. Morfem – Dramaturgi Underground

morfem-dramaturgi-underground
Morfem awal kiranya kupikir adalah side project dari kejenuhan Jimi Muthazam dari The Upstairs yang menurut w terlihat sudah cukup mencapai puncaknya dan saya selalu berasumsi ditiap perform The Upstairs membawakan tembang dahulunya akan lebih sexy daripada album terbarunya (hehe). Memang, tak sia-sia Morfem jadi pelampiasan banting setir Jimi. Diawal albumnya Morfem memang kurang yakin dihati saya pribadi, tapi tetap liriknya selalu kurang ajar bagus. Morfem selalu entah dibawa kemana, kadang terlalu punk (ini pasti selera Jimi), kadang dibawa ke image geek (ini pasti selera Pandu Fuzztoni), atau kadang dibawa honky tonk ala rollingstone, bingung. Tapi tak masalah Toh Morfem tetap memiliki daya tarik yang luar biasa. Keluar biasa an itu tercipta di album Dramathurgi Underground ini, musik yang sudah kena benang merahnya serta lirik yang aduhay saya yakin membuat telinga setiap anak muda menangkap memori disetiap lagunya. Lirik jahat, bass jahat, fuzz jahat, drum jahat, semua kejahatan yang dikuping membuat Morfem dialbum ini sangat kece. Bolelah kau sendiri beli albumnya. (Review : https://cucukrowo.wordpress.com/2016/11/28/ripiw-album-morfem-dramaturgi-underground-album-titik-pecah-sang-morfem/)

4. Indische Party – Analog

maxresdefault
Awal kemunculan Indische Party jujurnya saya tidak terlalu tertarik.. entah kenapa pokoknya tau nama tapi ga berniat untuk mencarinya lebih dalam. Mana dikala itu Indische memang sangat ghoib di Bandung (maksudnya jarang perform dimari dan belum pernah liat langsung). Selain itu terdengarnya kembali Indische Party ditelinga saya karena mereka menang hadiah atau gimana ya, pokonya mereka mendapatkan kesempatan rekaman di Abbey Road. Ah tapi tetaplah saya tidak membuat saya akan lebih jatuh cinta pada tanah air hahaha. Saya juga beli kaset single On Vacation nya namun perasaanya masih kaya dulu, ga begitu crott. Tapi semuanya berubah ketika dikasih dengar album Analog. Kesan saya cuma teriak “Anjeng!” doang tapi beribu gemas terdapat didalam hati saya. “Gilak kok aing jadi suka Indische Party.” Pecah total, album Analog ini memiliki sound ajaib yang bikin w kepikiran kalo album ini diputer di jukebox bakalan mantep banget anjing. Sound garage klasiknya ga kuat mantap, meski gaya musik seperti ini sudah basi karena ulah The Changcuters tapi album Analog Indische Party ini bikin gairah musik garage memuncak lagi. Ini album yang sangat layak dibeli, dan ini adalah album yang menunjukan taring Indische Party sebagai band yang sangat patut diperhitungkan yang akan membuat eemu semakin becek dipagi hari.

3. Mondo Gascaro – Rajakelana

cyezuqtveaagoqm
Mungkin kamu pernah mengalami fase dimana kuping ini lelah dan ingin dimanjakan oleh sesuatu yang nyaman, benar-benar sangat nyaman. Sambil menyamankan kuping kamu ambil segelas es teh manis, duduk santai, lalu kentut becek didepan muka adikmu.. sungguh relax yang hakiki. Album Rajakelana milik Mondo Gascaro ini sangat direkomendasikan untuk fase santai dan beristirahat dari lelah. Kegilaan album ini membuat saya merasa berada di pantai dimana Johny Depp pipis dipohon kelapa sambil melirik kanan kiri takut ketahuan, dan kamu nyengir sendiri sambil menyeruput lemon Squash buatan Anne Hathaway dikursi lipat telanjang dada menggunakan kacamata hitam. Album ini sangat cozy didengar, entahlah anugrah dari mana abang Mondo ini bisa membuat album sebagus ini. Yakinlah kakekmu yang musik freak pasti akan masuk ke album ini.

2. Rajasinga – III

rajasinga-album-1473167155
Saya sudah lelah mendengrkan musik keras loh, tapi pengecualian untuk band yang saya kenal dan kagumi sejak 2009 ini. Rajasinga memiliki gaya musik grindcore, Tapi siapa yang bisa menandingi kebrengsekan Rajasinga? Rajasinga dari dulu menurut saya band yang nakal dalam membuat musik. Entah dari lirik entah dari musik mereka memiliki khas yang tidak bisa ditandingi oleh band grindcore manapun. Selain itu Rajasinga selalu memperhitungkang illustrasi cover dialbumnya, bisa dibilang benar-benar sangat “kelas” di ranah grindcore. Terbukti di album ini illustrasi 3 tiang berdiri gagah dengan latar awan maghrib dimusim panas membuat saya penasaran akan isinya. Lirik di album III tak main-main, masih memiliki vibe party yang acakadut, perbincangan sosial, politik, namun jangan khawatir Rajasinga terlalu serius karena di album ini kamu juga diberi bersenang-senang seperti di lagu Orang Gila, Ada?, & Weekend Rocker Album ini benar-benar juara, kamu harus punya karena ini adalah pembuktian dari Rajasinga bahwa mereka sangat kokoh dan solid cukup bertiga. Album yang akan membuat eemu acak-acakan.

1. The Trees and The Wild – Zaman Zaman

csdntcgusaig5mi
7 tahun berjalan setelah album terakhirnya (Rasuk) The Trees and The Wild yang biasa disingkat TTATW ini tiba-tiba mengagetkan khazanah permusikan indon. Gila aje cuy 7 tahun tanpa geliat yang benar-benar wah tiba-tib ngeluarin album. Rasanya seperti melihat balita umur 4 tahun setelah tak lama bertemu tetiba melihat dia sudah menjadi orang yang beranjak besar dan sudah masuk sekolah. Cuma satu hal yang terdengar dari TTATW ini, Iga Mashardi keluar dan bikin Barasuara Hahahaha. Tapi ternyata itu tak menyurutkan TTATW untuk bereksplorasi. Kali pertama dengar album Zaman, Zaman saya cukup kaget.. salahnya hari itu saya mendengarkan dengan speaker aktif butut sehingga kesan pertama yang saya tangkap adalah “wtf ini lagu ngeong ngeong ga jelas gini.” Tapi beberapa waktu kemudian saya coba telaah lagi, masa iya sih 7 tahun penantian saya ga srek dengan musiknya. Lalu saya dengar dengan earphone mencoba mencari-cari detil suara spesialnya. Dan iya, musiknya bikin saya gila seharian, eksplorasi selama 7 tahun yang tidak sia-sia. Dinamika musik yang berjalan lambat tapi bikin greget membuat saya pengen lama-lama duduk kloset kalo sambil dengerin lagu-lagunya. Entah disamber gledek darimana band asal bekasi ini, tetapi saya sangat cinta dengan image TTATW yang sekarang. Terlihat lebih dewasa. Terbukti dengan mata saya sendiri menyaksikan performnya di IFI Bandung beberapa waktu lalu. Saya melihat 5 personil TTATW memiliki aura lebih sebagai seniman suara yang meracik dan meraba-raba suara agar mendapatkan paduan suara yang cociks untuk melayang-layang. Terabas batas, eksperimen bebunyian paling menarik di tahun 2016. Album Zaman, Zaman saya simpan di nomer 1 album terbaik temuanku yes.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s