Record Store Day : Tambang Emas dan Berak Bau Jengkol

66b2940f-559e-4a1a-a7ba-2410ab59057b-e1524450401486.jpeg

Gambar 12.0 Vinyl Donat Madu Meledak Di RSD (artwork oleh : korongmentah)

Records Store Day atau biasa disebut RSD atau rikid stir diy ini merupakan ajang tahunan dalam rangka merayakan dan menghidupkan record store di dunia. Diawali ditahun 2007 di US penggiat toko rilisan ini mengumpulkan energi nya untuk membuat satu hari memorial tahunan dengan tujuan menggalakan kembali pertokoan begini jadi ajang pertemuan penjual – artist – dan label. Di tahun itu belum dimulai, Record store day dilaksanakan awal mula pada April tanggal 19 tahun 2008. Di US sendiri ajang RSD bagaikan ee dan disambut dengan flush ni’mat. Beberapa artist ikut sumbang kesuksesan RSD ini, Metallica salah satu contohnya di tahun debut RSD dilaksanakan mereka rela ‘nongki’ di salah satu toko musik di San Fransisco (Martabak ngeunah anjing). Tahun berikutnya tahun berikutnya artist-artist besar jadi bermain-main banyak di ajang ini.

Pro kontra dari RSD di luar nagreg juga mencuat-cuat tiap tahun. Salah satu artikel Vice yang pernah saya baca sambil berak pagi pernah membahas betapa menyebalkannya antrian tempat pressing vinyl ketika RSD sudah dekat. Tentu sajalah, tempat pressing vinyl di dunia cuma dikit. Di Indonesia sudah bisa merasakan vibe ini, coba u duplikasi kaset di lokananta h-7 RSD dijamin waiting list wkkwkwkw. Tapi waiting list bukan masalah jika memang produk benar-benar memuaskan dan tepat waktu. Yang bahaya kan jual mahal tapi suara kaset pitanya ‘tuwewew’ demi dapur ngebul ye gan.

Di Indonesia tahun awal-awal RSD masih belum mencuat-cuat (saya rasa tahun 2011 atau 2013 yak lupa) di Jakarta sudah mulai bergerak, influencer twitter atau selebtwitass yang concern di musik juga bantu genjot-gejot perayaan ini. Semua RSD ditahun tersebut sangat suci dan mulia, terbentuk dari pasir arab saudi bagaikan bayi yang baru menetas dari telurnya.

Sampai tiba membucahnya ajang RSD ini pada tahun 2015 (atau 2014 ya?).Di tahun itu entah mengapa perasaan suci RSD tadi menghilang. Jadinya seperti terasa semua berlomba-lomba di RSD (heuh da dagang koplok) rasanya jadi jahanam dalam segi pasar.

advice saya kamu band baru jangan main-main lah rilis dengan jumlah banyak di RSD, rugi besar. Gaung promosi RSD itu singkat, sangat singkat seperti modol digedor karena diluar lagi ada promo ceragem. mungkin optimisme kamu dalam merilis di RSD ini adalah momen untuk mejeng di official account RSDI dan muncul di beberapa media sebagai rilisan ekslusif. Tapi perhitungkan juga imbasnya, ketika kamu coba rilis dan masih cupu sedangkan band sekelas The Sigit merilis rilisan ekslusif tebak pasar pilih yang mana? Jawabanya yang udah pasti kalo ditimbun tokcer lah wkwk. Hal ini juga pernah dibahas tahun berapa ya di artikel webzine apa lupa aing, pembahasanya memang sedikit berbeda. keluhan webzine tersebut di luar nagreg RSD sudah tercium oleh label raksasa seperti Sony BMG, sedangkan acaranya ga se raksasa itu, sewa booth juga samaan harganya tapi malah mematikan label independent kecil, semacam dimanfaatkan gitu lah pokonya mah. Tapi masih ga relevan dengan di indo siek wkwk.

Rasa sayang dan kengerian di RSD ini makin terasa dari tahun ke tahun. ketika besok adalah hari-h RSD rasanya berak saya kuran optimal. Setahun lalu saya males banget liat rilisan ekslusif RSD, dan sudah bisa untuk tidak beli rilisan tai pedut ekslusif RSD ini. Banyak rasa takut dan kasian ngeliat band baru yang terjebak di lautan ganas acara ini. Selain itu banyak yang katanya ‘rilisan ekslusif’ dan di repress kembali karena tokcer juga terkadang jadi membuatQ sebagai kolektor sakit hati. Buat apa atuh nempel sticker ekslusif RSD kalo sold out di repress lagi apa bedanya sama rilis biasa khontol!? wkwk. Bagi beberapa pihak RSD ini jadi tambang emas yang melimpah, tapi dari satu pihak juga RSD ini jadi berak bau jengkol yang tak berkesudahan.

Banyak waktu yang lebih tepat untuk merilis sesuatu, RSD cuma 2 hari vibe nya jancok!, waktu yang tepat bisa berlanjut sampai bertahun-tahun vibe nya. Salam modol getuk peler onta. btw saya nulis ini karena w juga pernah merasakan jebakan ini wkwkwkkw.

eh tulisan aing mah subjektif heuh sia nu ngarasa valid mah modol we sabari baca Kompas.

 

Author : Korongmentah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s